Bupati Karawang: Penanganan Bencana Banjir Harus Kolaboratif dan Terintegrasi
Karawang, 24 Januari 2026 - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menekankan pentingnya kolaborasi dan integrasi dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Karawang. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, pada Rabu (21/01/2026).
Bupati Aep menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD semata, melainkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berperan aktif. "Rapat koordinasi ini sangat baik dan efektif. Seluruh kepala OPD menjadikan BPBD sebagai alat bersama dalam penanganan bencana saat ini, bukan hanya tugas Kepala BPBD saja," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah berdonasi untuk membantu masyarakat terdampak banjir. "Terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh ASN yang telah berdonasi. Alhamdulillah bantuan tersebut dapat disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak," ucapnya.
Bupati Aep juga menjelaskan bahwa anggaran penanganan bencana dan infrastruktur telah dinaikkan menjadi prioritas, dengan alokasi sekitar Rp27 miliar yang akan dibagi ke wilayah lain secara bertahap. "Bukan hanya Dapil 2 saja. Semua wilayah akan mendapatkan perhatian. Namun prioritas saya saat ini adalah menyelesaikan yang paling mendesak terlebih dahulu," tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Bupati Aep juga mengapresiasi keterlibatan Tim PKK yang turun langsung ke lapangan. Ia mengimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang agar turut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak banjir dengan turun langsung bersama BPBD maupun Dinas Sosial.
Terkait kondisi banjir terkini, Bupati Aep menyebutkan bahwa genangan air di sebagian besar wilayah sudah mulai surut, namun masih terdapat dua desa dengan kondisi cukup parah, yakni Desa Karangligar dengan ketinggian air mencapai sekitar 2,10 meter, serta Desa Sukamakmur yang masih tergenang sekitar 1,70 meter.
"Wilayah lainnya relatif sudah mulai surut, rata-rata hanya 30 hingga 40 sentimeter, termasuk di wilayah utara. Namun daerah pesisir memang masih terdampak karena pengaruh pasang air laut," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal serta bantuan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat.
Reporter : Aa Allfin
