News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kisah Dua Lansia di Karawang: Swasembada Pangan, Tapi Miskin Ekstrem

Kisah Dua Lansia di Karawang: Swasembada Pangan, Tapi Miskin Ekstrem

 

Catatan Alfinkuy Media

Karawang, 15 Januari 2026 - Di tengah euforia pemerintah pusat yang merayakan keberhasilan swasembada pangan nasional, dua lansia di Kecamatan Karawang Timur hidup dalam kondisi miskin ekstrem dan tidak pernah tersentuh bantuan sosial negara.

H. Kamaludin, warga Mekarjaya, Jalan Adiningrat, Kelurahan Adiarsa Timur, hidup sendirian di rumah yang tidak layak huni. Dinding rapuh, lantai seadanya, dan nyaris tanpa perabot. Ia mengaku tidak pernah menerima bansos apa pun selama lebih dari 10 tahun.

"Iya, bapak mah makan atas maha kasih Tuhan… ya seadanya," ujarnya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Kisah serupa dialami Ibu Rumyati, seorang lansia tanpa suami yang tidak punya rumah. Ia mengaku hanya pernah menerima bantuan sekali saat pandemi Covid-19. "Waktu Covid doang, itu pun cuma beras satu kali. Setelah itu enggak pernah dapat apa-apa. BPJS juga enggak ada," ujarnya.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di wilayah yang secara resmi diklaim telah mencapai swasembada pangan nasional. Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Integrasi Data Sosial, namun seolah tidak pernah sampai ke rumah-rumah lansia seperti H. Kamaludin dan Ibu Rumyati.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius: siapa yang sesungguhnya menikmati hasil swasembada pangan? Di satu sisi, negara memamerkan keberhasilan panen raya. Di sisi lain, warganya masih bertahan hidup dengan “maha kasih Tuhan” dan menunggu belas kasihan tetangga.

Kondisi ini menjadi cermin buram dari sistem bansos Karawang, yang diduga masih bermasalah dalam pendataan, verifikasi, dan pengawasan di tingkat bawah. Jika lansia yang jelas miskin dan hidup sendiri saja bisa terlewat dari sistem, maka klaim “Karawang Maju, Sejahtera, dan Amanah” patut dipertanyakan ulang.


Reporter : Aa Alfin


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.