Pemkab Karawang Gandeng Dunia Usaha & Baznas, 28 Ton Telur untuk Turunkan Stunting
![]() |
| PT. DUNIA ALFINKUY MEDIA |
Karawang, Catatan Alfinkuy Media – Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil jalur kolaboratif untuk mempercepat penurunan angka stunting. Pemkab menggandeng dunia usaha dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang dalam program intervensi gizi berbasis kemitraan, bukan hanya APBN/APBD.
Melalui kerja sama ini, sebanyak 28 ton telur berhasil dihimpun. Bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi 5.521 anak yang masuk kategori prioritas intervensi stunting di seluruh kecamatan.
Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Asperumnas) menjadi mitra utama dari pihak swasta. Sementara Baznas Karawang ditunjuk sebagai kanal penyaluran agar distribusi berjalan terukur, transparan, dan tepat sasaran hingga wilayah rawan stunting.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengatakan target Pemkab menurunkan prevalensi stunting hingga 8-9 persen. Fokus utamanya pada pemenuhan protein hewani langsung ke anak. “Saya ngobrol dengan teman-teman Asperumnas, saya bilang mau enggak berbagi. Saya tidak mengintervensi, silakan. Saya cuma minta telur. Total ada 28 ton,” ujar Aep, Selasa 16 Juni 2026.
Intervensi gizi dirancang konkret. Setiap anak prioritas ditargetkan mendapat minimal dua butir telur per hari, di luar program bantuan pangan lain yang sudah berjalan. Pendekatan ini dipilih karena protein hewani terbukti paling efektif mengejar pertumbuhan dan perkembangan anak.
Untuk menjamin akuntabilitas, Baznas Karawang bertugas memetakan data penerima dan mengawal distribusi sampai tingkat desa. Skema ini memisahkan peran: dunia usaha menghimpun sumber daya, pemerintah memastikan kebijakan, Baznas menjaga tata kelola distribusi.
Pemkab juga mengapresiasi peran camat, Tim Penggerak PKK, hingga ASN yang bergerak swadaya. Kecamatan Kotabaru disebut menggunakan dana pribadi aparatnya untuk mempercepat penyaluran. “Jadi semuanya berperan, dari perusahaan, swasta, termasuk sumbangan pribadi ASN Karawang,” imbuh Aep.
Model kolaborasi ini menjadi pembeda Karawang. Dengan memaksimalkan gotong royong lintas sektor, intervensi stunting tidak bergantung pada satu sumber anggaran. Harapannya, 28 ton telur ini bukan sekadar bantuan, tapi langkah nyata mencetak generasi Karawang yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Editing : Aa Alfin
