Gebyar PATEN Karawang 2026 Hapus Seremoni, Bupati Aep Langsung Blusukan: Pasar Cibuaya Dapat Rp3,5 Miliar Tahap II
Karawang, Catatan Alfinkuy Media – Pemerintah Kabupaten Karawang mengubah wajah Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan tahun 2026 dengan menghilangkan seremoni dan langsung menyasar kebutuhan warga. Kegiatan perdana digelar di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (6/5/2026), dengan konsep jemput bola ke titik layanan prioritas.
Kegiatan dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Wakil Bupati H. Maslani, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, serta unsur terkait. Tidak ada panggung sambutan. Begitu tiba, Bupati dan rombongan langsung bergerak meninjau tenda pelayanan adminduk, perizinan, kesehatan, hingga stan UMKM yang digelar di halaman kantor kecamatan.
Dalam blusukan tersebut, Bupati Aep memborong sejumlah produk makanan olahan dari pelaku UMKM Cibuaya. Produk dibagikan langsung kepada warga yang hadir. “Ini cara paling cepat memutar ekonomi. UMKM dapat modal, warga dapat manfaat,” kata Aep. Ia juga menyerahkan bantuan dua unit kursi roda kepada warga disabilitas kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial Pemkab.
Aep menegaskan PATEN 2026 difokuskan pada pelayanan konkret. “Sekarang PATEN kita langsung menyasar tujuan. Tidak ada seremoni, tapi pelayanan tetap berjalan. Hari ini di Cibuaya, kami mendatangi warga yang mengalami stunting, meresmikan rumah yang dibangun di Kampung Sekong, Desa Cemarajaya, serta meninjau Pasar Cibuaya,” ujarnya. Rumah yang diresmikan merupakan program Rutilahu kolaborasi Pemkab dan Baznas.
Terkait Pasar Cibuaya, Bupati menyebut revitalisasi pasar sebagai langkah strategis menata ekonomi warga pesisir. Ia meminta pedagang beralih dari pinggir jalan dan bantaran kali ke los pasar yang lebih aman dan tertib. Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran lanjutan Rp3,5 miliar pada tahap kedua tahun ini, melengkapi pembangunan sebelumnya yang hampir Rp5 miliar. “Total keseluruhan hampir Rp9 miliar. Ini memang untuk masyarakat, agar mereka punya ruang usaha yang layak dan perekonomian di Cibuaya bisa bergerak lebih mudah,” tegasnya.
Di sektor kesehatan, Pemkab memperkuat intervensi stunting melalui pemberian makanan tambahan. Meski angka stunting di Cibuaya relatif rendah, Aep menargetkan penurunan signifikan. “Kita ingin angka stunting di 2026 bisa turun dari 17 persen menjadi 9 persen,” ucapnya. Tim kesehatan mendatangi langsung keluarga berisiko stunting untuk edukasi gizi dan pemantauan tumbuh kembang. Model PATEN tanpa seremoni ini akan direplikasi ke 29 kecamatan lain sepanjang 2026.
Editing : Aa Alfin
